Ini cerita berkaitan dengan program sertifikasi guru yang digulirkan pemerintah.Dari peristiwa yang kualami dengan penuh kesabaran, hati ikhlas... dan lapang dada membuatku semakin yakin bahwa Tuhan benar-benar Maha Adil. Cerita ini saya awali ketika saya berkesempatan mengikuti Program sertifikasi guru tahun 2008. Waktu pendataan calon peserta sertifikasi guru tahun 2008, karena adanya "Kuota", aku hampir saja tidak bisa ikut mengumpulkan berkas Portofolio.Setelah kuteliti dari guru SD di Kecamatan Brebes, ada teman seangkatan yang golongannya sama, pangkatnya sama terus umurnya lebih muda dari aku kenapa bisa masuk, sementara sesuai aturan urutannya adalah bila Masa kerja, golongan ruangnya sama, maka penentuan berikutnya adalah usia.Ketika aku menanyakan ke Dinas Pendidikan kab.Brebes, ternyata data masa kerja keseluruhan ternyata salah, aku lalu meminta dibetulkan dengan membawa SK CPNS-ku.Dengan pembetulan tersebut tidak serta merta aku bisa ikut sertifikasi guru tahun 2008, dan Dinas tidak bisa disalahkan karena data berasal dari tingkat dibawahnya, yaitu Cabang Dinas P&K Kec.Brebes, ketika kutanyakan kepada staff yang mengurusi, jawabannya dasar penulisan masa kerjanya dari Laporan bulan yang dibuat sekolah.Ah,...rasanya lemaslah semuanya.tetapi luar biasa aku tidak marah, malah batinku tersenyum...Kulihat "NameTag"yang terpasang di baju seragam PSH-ku.Aku berguman namaku Tri Makno Hartanto, aku memang ditakdirkan untuk selalu "Nrimo ing Pandum",sedikitpun aku tidak merasa jengkel,aku hanya bisa memberitahu keadaan tersebut kepada Kepala Sekolahku, bahwa hal ini terjadi karena Laporan bulan yang dibuat cuma berganti nama bulan, tanpa mengganti dengan data masa kerja yang terus bertambah pada setiap guru yang ada di SD Negeri Kaliwlingi 02 tempat aku bertugas. Maksud aku mengutarakan kepada Kepala Sekolah, agar lebih hati-hati untuk mengontrol data yang dikirim ke cabang dinas agar tidak merugikan anak buahnya.Tetapi ya begitu...Kepala sekolah cuma tertawa...Wah..nyong ora ngecheck ya, tanpa merasa berdosa.Tapi biarlah...begitu batinku,saat itu aku di SMS Temanku...supaya bersabar bahwa kalau rezeki tidak akan kemana-mana.Setelah pulang sekolah, baru saja sampai di rumah aku didatangi staf cabang dinas agar segera ke Dinas P dan K kab.Brebes untuk mengisi blangko calon peserta sertifikasi 2008, karena ada nama ganda pada peserta yang sudah dipanggil.Alhamdulillah saat itu segera aku mengisi seluruh blangkonya dengan agak tergesa-gesa karena Dinas sudah hampir jam tutup kantor.Malamnya langsung kususun berkas Portofolioku yang sudah kupersiapkan dengan rapi. Setelah prosee pengumpulan,penantian pengumuman, lagi-lagi Allah memberiku anugerah. Aku lulus,...sertifikatpun sudah di tangan. Kini di akhir bulan Mei 2009, dengan sangat berharap kutunggu tunjangan profesi yang seharusnya sudah diterima oleh para guru peserta sertifikasi 2008 mulai bulan Januari 2008, Insya Allah semua akan membawa berkah...ini adalah tulisan kecil sepenggal cerita dari seorang guru yang mengabdikan diri di dunia pendidikan dengan bekerja ikhlas, dan Nrimo.